Beberapa Macam Produk Bir yang Sering Dikonsumsi

Sebagai salah satu minuman beralkohol yang terkenal di seluruh dunia, masyarakat memiliki tingkat konsumsi yang tinggi terhadap bir yang dijual di pasaran. Bir menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat sebagai minuman yang dikonsumsi baik untuk perayaan, saat bersantai, maupun melepas penat.

Kandungan alkohol yang tidak terlalu tinggi, sekitar 4% ABV, merupakan salah satu alasan mengapa bir banyak dipilih. Minuman ini cukup aman dikonsumsi bahkan untuk orang yang memiliki sensitivitas terhadap kandungan alkohol. Akan tetapi, tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa bir memiliki berbagai jenis yang berbeda. Sehingga, detail rasa yang dihasilkan juga berbeda.

Secara umum, varian bir dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Ale dan Lager. Kedua jenis ini memiliki perbedaan yang utama dalam proses pembuatannya, Hal ini dikarenakan suhu fermentasi yang digunakan serta lamanya fermentasi berbeda.

Lager merupakan sebuah varian yang dibuat dengan fermentasi suhu rendah atau yang sering disebut dengan bottom feeding yeast. Suhu fermentasi ideal pada metode ini adalah sekitar 3 – 10 °C. Dengan menggunakan suhu yang rendah, Lager dapat diproduksi dalam waktu kurang lebih 4 – 5 minggu.

Sedangkan Ale merupakan salah bir yang dibuat dengan fermentasi metode top feeding yeast. Seperti namanya, bir ini menggunakan suhu fermentasi yang cukup tinggi yaitu sekitar 20 – 25 °C. Dengan menggunakan suhu fermentasi tersebut, Ale dapat dihasilkan dalam waktu sekitar 5 – 10 hari. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan Ale lebih cepat dibandingkan dengan proses pembuatan Lager.

Selain kedua varian umum tersebut, bir juga dapat dibedakan berdasarkan mereknya. Setiap perusahaan produsen bir merilis berbagai jenis bir dengan berbagai macam komposisi yang berbeda. Sehingga, bir yang beredar di masyarakat memiliki varian rasa yang berbeda pula.

Salah satunya adalah bir yang diproduksi oleh Guinness. Perusahaan ini telah memiliki sejarah yang panjang pada perkembangan produksi bir. Sejak tahun 1759 hingga sekarang, perusahaan ini telah memproduksi banyak varian bir yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, tak heran jika ada banyak pelanggan setia yang selalu mengkonsumsi bir yang dihasilkan oleh perusahaan ini.

Salah satu varian bir yang dirilis oleh perusahaan ini adalah Guinness Draught. Varian bir ini telah dirilis sejak tahun 1959. Sehingga, sudah banyak orang yang menjadikan varian bir ini sebagai salah satu varian favorit. Salah satu ciri khas dari varian Draught adalah tekstur yang unik saat bir diminum dalam mulut. Hal ini dikarenakan perpaduan karbon dioksida dan nitrogen yang membuat tekstur dari bir ini menjadi lembut.

Selain itu, bir ini memiliki aroma yang manis dipadukan dengan aroma kopi yang khas. Sehingga, sangat cocok dikonsumsi bagi orang yang menyukai minum dengan rasa manis dan pahit sekaligus. Bir ini juga memiliki tekstur yang creamy terutama di bagian atas bir. Sedangkan warna dominan yang ada pada bir ini adalah hitam.

Draught merupakan jenis bir yang memiliki kandungan alkohol sebesar 4.2% ABV. Sementara itu, ada beberapa bahan yang digunakan untuk membuat varian Draught yaitu barley, malt yang dipanggang, ragi, air, dan hops.

Beberapa bahan tersebut menghasilkan cita rasa manis sekaligus pahit. Hal menarik lain dari varian Draught adalah kandungan antioksidan dalam bir ini bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh jika dikonsumsi dalam batas yang normal.

Leave a Comment